Dear Mr. President
Long weekend kemaren, 6-8 April 2007, sebuah potret kehidupan menyentuhku. Di tempat yang begitu indah, dengan penataan taman yang artistik, kolam ikan yang luas, angin laut yang berhembus dan panas yang menyengat, seorang ibu berumur 40 tahunan mengenakan topi lusuh sedang menyapu sampah-sampah plastik di pelataran taman.
Seandainya setiap pengunjung mempunyai kesadaran akan kebersihan, maka ibu tersebut tidak perlu melakukan pekerjaan seperti itu. Tapi inilah realita, di negeri ini masih banyak penduduk yang kurang mengenyam pendidikan. Dengan minimnya pendidikan, pekerjaan yang didapatpun merupakan pekerjaan-pekerjaan teknis dengan upah rendah yang tidak membutuhkan kemampuan analitis yang tinggi. Akibatnya negeri ini pun dalam waktu dekat, belum bisa keluar dari sebutan sebagai Negara berkembang.
Bicara tentang pendidikan, aku teringat akan celoteh adikku yang merupakan mahasiswa Hubungan Internasional (HI) angkatan 2006. Dia bercerita tentang keadaan Jepang setelah dibombardir oleh Amerika dan sekutunya. Yang menarik adalah Kaisar Jepang pada waktu itu, menanyakan kepada para pejabat penting “Berapa guru yang masih tersisa di negeri ini?”, bukan menanyakan berapa jumlah tank dan tentara yang masih tersisa. Dengan beberapa guru yang tersisa tersebutlah Jepang kemudian menginvestasikan pembangunannya ke pembangunan pendidikan berkelanjutan. Pada waktu itu Jepang menyadari bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Dan pada akhirnya terbukti bahwa investasi pendidikan tersebut membuahkan hasil. Saat ini, berdasarkan riset yang dilakukan oleh United Nation (UN) – World Trade Organization (WTO), Jepang merupakan negara yang memiliki pendapatan perkapita tertinggi di Asia, yakni sebesar US$ 34.189. Angka ini jauh berbeda dengan pendapatan perkapita Indonesia saat ini yang diperkirakan sekitar US$ 4000 (dihitung berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP)-dolar tahun 2001).
Jika boleh menengok ke belakang, seandainya pada masa orde lama atau paling tidak pada masa orde baru pembangunan dititikberatkan pada sektor pendidikan maka mungkin ketika krisis moneter melanda negeri ini, Indonesia akan segera keluar dari krisis dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Akibatnya angka pengangguran dapat dikendalikan, tidak ada lagi penduduk yang tidak mempunyai rumah untuk berlindung dan bayi yang baru lahirpun tidak terbebani hutang pendahulunya. Mungkin lagu berikut dapat dijadikan renungan bagi pemimpin-pemimpin bangsa. Bahwa di atas kekuasaan, ada tanggung jawab yang besar, tidak hanya untuk generasi sekarang namun juga bagi generasi mendatang. Well, enjoy it….i love this song.
"Dear Mr. President"
By Pink feat. Indigo Girls
Dear Mr. President,
Come take a walk with me.
Let's pretend we're just two people and
You're not better than me.
I'd like to ask you some questions if we can speak honestly.
What do you feel when you see all the homeless on the street?
Who do you pray for at night before you go to sleep?
What do you feel when you look in the mirror?
Are you proud?
How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye
And tell me why?
Dear Mr. President,
Were you a lonely boy?
Are you a lonely boy?
Are you a lonely boy?
How can you say
No child is left behind?
We're not dumb and we're not blind.
They're all sitting in your cells
While you pave the road to hell.
What kind of father would take his own daughter's rights away?
And what kind of father might hate his own daughter if she were gay?
I can only imagine what the first lady has to say
You've come a long way from whiskey and cocaine.
How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye?
Let me tell you 'bout hard work
Minimum wage with a baby on the way
Let me tell you 'bout hard work
Rebuilding your house after the bombs took them away
Let me tell you 'bout hard work
Building a bed out of a cardboard box
Let me tell you 'bout hard work
Hard work
Hard work
You don't know nothing 'bout hard work
Hard work
Hard work
Oh
How do you sleep at night?
How do you walk with your head held high?
Dear Mr. President,
You'd never take a walk with me.
Would you?

ehmm...aq jadi ikut "mangkel" ni...
ada ga sih pemimpin negara yang baik dan mengutamakan warganya..
mungkin tunggu aq jadi presiden kali ya...
hehe...
besok presiden indonesia siapa ya..
lebih baik or lebih buruk..
Posted by: yekti | April 19, 2007 04:01 AM